DETAIL DOCUMENT
Status Kerentanan Nyamuk Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) Terhadap Temephos dan Indikator Entomologi di Jorong Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Total View This Week129
Institusion
Universitas Andalas
Author
Ranti, Devita
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2017-04-21 04:10:03 
Abstract :
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk yang pada saat ini menjadi perhatian utama masyarakat internasional, begitu pula di Indonesia. Nyamuk penular penyakit DBD di Indonesia adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Salah satu metode yang sering digunakan dalam penanggulangan nyamuk Aedes spp. saat ini adalah dengan menggunakan larvasida temephos pada stadium pradewasa (larva) dan insektisida malathion untuk nyamuk dewasa.Penggunaan insektisida dalam waktu lama dan dosis yang tidak tepat dapat menimbulkan terjadinya resistensi yang berakibat pada tingginya kepadatan nyamuk. Semakin tinggi kepadatan nyamuk Aedes spp. semakin tinggi pula resiko masyarakat untuk tertular penyakit DBD. Penentuan kepadatan nyamuk Ae. aegypti. dan Ae. albopictus dapat diukur melalui indikator entomologi seperti house index (HI), container index (CI), breteau index (BI).Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui status kerentanan larva nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida temephos dan mengetahui nilai indikator entomologi (house index, container index, breteau index)di Jorong Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Jenis penelitian ini adalah survei dan eksperimen, dilaksanakan dengan metode uji kerentanan (Susceptability Test) menurut standar WHO terhadap larva nyamuk Ae. aegypti menggunakan insektisida temephos. Survei larva di lapangan untuk mengetahui kepadatan nyamuk vektor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah larva nyamuk Ae. aegyptisudah sangat resisten terhadap temephos konsentrasi 0,012 mg/L dan 0,02 mg/L dengan persentase kematian 2% dan 10%. Nilai indikator entomologi sebesar HI 38%, CI 3%, dan BI 55% yang berarti kepadatan vektor dan resiko penularan penyakit demam berdarah di Jorong Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya tergolong tinggi. Nilai maya index yang didapatkan sebesar 19% rumah di Jorong Pulau Punjung beresiko tinggi sebagai tempat perindukan nyamuk, 73% beresiko sedang dan 8% beresiko rendah. Kata Kunci: Aedes spp., indikator entomologi, resistensi, temephos 
Institution Info

Universitas Andalas