DETAIL DOCUMENT
GERAKAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA: STRATEGI PARTAI DALAM MENCAPAI KEKUASAAN POLITIK DI INDONESIA (1920-1966)
Total View This Week616
Institusion
Universitas Pendidikan Indonesia
Author

Subject
Pendidikan Sejarah 
Datestamp
2013-08-23 04:21:02 
Abstract :
Skripsi ini berjudul “Gerakan Partai Komunis Indonesia : Strategi Partai Dalam Mencapai Kekuasaan Politik Di Indonesia (1920-1966)”. Latar belakang peneliti mengambil permasalahan ini karena peneliti melihat suatu kondisi dimana PKI menjadi partai yang sering bangkit setelah melakukan pemberontakan sehingga menjadi salah satu dari 3 kekuatan besar perpolitikan Indonesia 1960-1965. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Bagaimana sepak terjang Partai Komunis Indonesia dalam merebut kekuasaan politik di Indonesia (1920-1966)?”. Masalah utama tersebut kemudian dibagi menjadi empat pertanyaan penelitian, yaitu (1) Bagaimana pola strategi PKI dalam merebut kekuasaan politik pada peristiwa pemberontakan 1926? (2) Bagaimana pola strategi PKI dalam merebut kekuasaan politik pada peristiwa pemberontakan 1948? (3) Bagaimana pola strategi PKI dalam merebut kekuasaan politik pada peristiwa pemilihan umum 1955? (4) Bagaimana pola strategi PKI dalam merebut kekuasaan politik pada peristiwa pemberontakan 1965? Metode yang digunakan adalah metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data digunakan studi literatur, yaitu mengkaji sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dikaji. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan interdisipliner dengan menggunakan konsep dari ilmu politik dan konsep pendukung lainnya. Konsep dari ilmu politik yang digunakan adalah partai politik, dan kehidupan politik. Konsep pendukung lainnya adalah konsep kondisi masyarakat dan infiltrasi. Konsep-konsep tersebut digunakan untuk mempertajam analisis penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, didapat beberapa kesimpulan. Pertama, Semaun menjalankan taktik infiltrasi ke dalam tubuh SI namun setelah terjadi perpecahan SI dengan PKI, Semaun mengubah strategi partainya menjadi mereorganisasi buruh dan melakukan propaganda ke daerah-daerah strategi ini menyebabkan PKI melakukan gerakan pemberontakan 1926-1927. Kedua, setelah pemberontakan 1926-1927 yang gagal PKI memiliki pemimpin baru yaitu Musso, strategi yang dilakukan Musso untuk mencapai kekuasaan adalah menggabungkan semua partai yang bersifat komunis dan sosialis dalam satu partai yakni PKI, menentang politik luar negeri yang kompromistis dan membentuk Front Nasional strategi ini untuk mecapai kekuasaan di Indonesia melakukan gerakan di Madiun 1948 yang berakhir dengan kegagalan. Ketiga, setelah PKI gagal lagi mencapai kekuasaannya di Indonesia, muncul pemimpin baru yaitu Aidit yang menerapkan strategi damai untuk partainya. Strategi ini ditujukan untuk memperoleh suara di pemilu. Aidit melakukan strategi Jalan tengah yaitu mengarahkan partai untuk menjadi partai besar dan mendapatkan simpati dari masyarakat luas, tetapi sekaligus membangun struktur partai dengan kuat agar posisi partai tidak mudah goyah, strategi ini menjadi keberhasilan PKI karena PKI berhasil masuk empat besar pemenang pemilu. Keempat setelah memenangkan pemilu di tahun 1955-1957 Aidit menerapkan strategi berbeda pada tahun 1964 yang membuat PKI melakukan pemberontakan 1965 yang menyebabkan di bubarkannya PKI dengan keputusan TAP MPRS 1966. 

Institution Info

Universitas Pendidikan Indonesia