DETAIL DOCUMENT
PENGARUH UNSUR KARAKTER KEMILITERAN JEPANG TERHADAP GIYUGUN DI SUMATERA TAHUN 1942-1945 DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN BKR/TKR TAHUN 1945-1950
Total View This Week281
Institusion
Universitas Pendidikan Indonesia
Author

Subject
Pendidikan Sejarah 
Datestamp
2013-09-26 02:12:05 
Abstract :
Skripsi ini berjudul “Pengaruh unsur karakter kemiliteran jepang terhadap giyugun di Sumatera tahun 1942-1945 dan dampaknya terhadap pembentukan BKR/TKR tahun 1945-1950”. Berisi mengenai gambaran pengaruh militer Jepang ketika berada di Indonesia terhadap pembentukan watak dan karakter pemuda Indonesia. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana pengaruh unsur karakter kemiliteran jepang terhadap giyugun di sumatera tahun 1942-1945 dan dampaknya terhadap pembentukan BKR/TKR tahun 1945-1950. Permasalahan pokok tersebut kemudian diuraikan kembali dalam beberapa pertanyaan penelitian diantaranya, yaitu: 1) Bagaimana unsur karakter kemiliteran Jepang yang diterapkan dalam Giyugun di Sumatera tahun 1942-1945? 2) Bagaimana karakter Giyugun di Sumatera tahun 1942-1945 yang mendapat pendidikan dari militer Jepang? 3) Adakah dampak dari semangat Giyugun di Sumatera tahun 1942-1945 dalam pembentukan BKR/TKR tahun 1945-1950? Penulisan ini menggunakan metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan untuk pengumpulan data penulis melakukan teknik studi literatur yaitu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan kajian penulis. Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, Sumatera dijadikan sebagai daerah inti oleh Jepang. Jika dilihat dari luas wilayahnya, Sumatera lebih luas dibandingkan dengan Jawa. Jepang mempunyai tujuan membagi kepentingan wilayah-wilayah tersebut baik dalam bidang militer maupun politik-ekonomi. Jepang mengutamakan Sumatera dalam bidang ekonomi yaitu dalam mencari pasokan sumber daya alam seperti minyak bumi, timah, karet, batu bara dan bauksit lebih ditekankan untuk menunjang industri perang. Selain itu, pemuda Indonesia dijadikan sebagai prajurit sukarela yang dididik dengan tradisi militer yang dimiliki oleh Jepang. Pemerintah pendudukan Jepang mengeluarkan kebijakan untuk membentuk tentara sukarela yang bertujuan untuk membantu balatentara Jepang dalam mempertahankan kawasan pendudukan dari serangan balasan Sekutu. Pembentukan tentara sukarela tersebut telah merubah watak dan karakter pemuda Sumatera dalam segi militer, pemuda Sumatera yang pada awalnya tidak pernah merasakan pendidikan militer kemudian menjadikan hal tersebut sebagai bekal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia setelah pendudukan Jepang berakhir. Setelah Jepang pergi dari Indonesia, para mantan prajurit sukarela yang pernah dibentuk oleh Jepang tersebut menduduki posisi-posisi penting dalam masa perjuangan kemerdekaan. Mereka menjadi pemimpin-pemimpin dalam suatu tentara kesatuan nasional yang memperjuangkan cita-cita bangsa dengan bekal dan kemampuan militer yang mereka dapat dari Jepang. This minithesis titled “the effect of japan military characteristic to giyugun at Sumatera in 1942-1945 and the cause to creation BKR/TKR in 1945-1950”. Consist about the reflection effect of japan military in Indonesia as the effect of character and attitude of Indonesian youth. The main problem in this research is about how the effect of japan military characteristic to giyugun at Sumatera in 1942-1945 and the cause to creation BKR/TKR in 1945-1950 . This main problem also being explained into some question : 1) how the japan military characteristic which is applicated for Giyugun at Sumatera in 1942-1945? 2) how Giyugun characteristic at Sumatera in 1942-1945 which is trained by Japan military? 3) is there any cause from Giyugun spirit at Sumatera in 1942-1945 to the creation BKR/TKR in 1945-1950? This written using historical method with four step researching that is heuristic, critics, interpretation and historiografy. Meanwhile for the data collect the writer is using study literature technique or investigate sources which is relevant with the study of writer. When the Japanese military periods at Indonesia, Sumatera become the main area by Japanese military government. If we look its wide area, Sumatera has wider than Java island. The japanese government has an aim to divide these area in military section even in politic-economy section. The Japanese government making Sumatera become the center in economy section, they prove it by searching the natural resources such as oil, tin,rubber, coal and bauxite to provide Japanese military at war industrial. Beside it, Indonesian youth formed as voluntary soldier who trained with military tradition which has by Japanese military. The Japanese military government publish a tactical governancy to create the voluntary soldier to support the Japanese military in an event to struggle the area Japanese military from the alliance forces attack. The creation of voluntary soldier has changed the characteristics Sumateranese youth in military section, The Sumateranese at the beginning has never felt the military education but after the military education become a power to struggle the Indonesia independent after Japanese military government over. After the Japanese leave Indonesi 

Institution Info

Universitas Pendidikan Indonesia