DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Peningkatan Dosis Aluminium Hidroksida Terhadap Kapasitas Penetralan Asam dan Stabilitas Fisik pada Sediaan Suspensi Oral Antasida Kombinasi Aluminium Hidroksida-Magnesium Hidroksida
Total View This Week493
Institusion
Universitas Surabaya
Author

Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2014-04-08 08:05:06 
Abstract :
Tukak lambung adalah daerah tidak normal dari mukosa lambung yang dirusak oleh pepsin dan asam klorida dari getah lambung yang ditandai dengan peradangan disekitar jaringan. Sasaran utama pengobatan tukak lambung adalah menghambat atau mengikat asam untuk menghilangkan gejala-gejila dan mempermudah penyembuhan dengan pemberian antasida. Sediaan suspensi antasida pada umumnya lebih efektif daripada sediaan antasida dalam bentuk padat, dan antasida yang paling sering digunakan adalah campuran dari aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, karena kedua bahan ini mempunyai kapasitas penetralan asam yang besar dan masa kerjanya panjang. Kegagalan pengobatan simptomatik tukak lambung dapat disebabkan oleh pemberian dosis yaag tidak cukup, maka pada penelitian ini dilakukan uji kapasitas penetralan asam dan stabilitas fisik pada tiga formula suspensi dengan meningkatkan dosis aluminium hidroksidanya : yaitu aluminium hidroksida 3% (Formula A), 6% (Formula B) dan 9% (formula C) yang masing-masing dikombinasi dengan magnesium hidroksida 3%. Metode yang digunakan untuk uji kapasitas penetralan adalah metode menurut Farmakope Indonesia IV (1995)/ USP XXIII(1995) dimana kapasitas penetralannya mempunyai harga minimal 5 mEq/satuan dosis terkecil. Hasil pengamatan yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menggunakana nalisis statistik anava ganda dua menurut program Mikrosoft Excel 1997. Hasil pengamatan organoleptis (bentuk, warna, bau, rasa terjadinya caking dan sifat dispersi) dari ke-3 formula (formula A, B, C) semuanya merupakan formula yang stabil selama waktu penyimpanan 60 hari, namun viskositas sediaan yang dihasilkan adalah encer, hal ini mungkin d sebabkan oleh karena gel aluminium hidroksida kering dan magnesium hidroksida yang digunakan kurang bisa mengembang. Hasil rata-rata pH uji pendahuluan kapasitas penetralan asam menunjukkanb bahwa sediaan suspensi ketiga formula memberikan harga pH yang yang lebih besar dari 3,5 seperti yang telah ditetapkan dalam USP XXIII (1995). Hal ini menunjukkan bahwa semua formula layak dipakai sebagai antasida. Sedangkan hasil uji kapasitas penetralan asam antara formula A, E dan C yang dianalisis dengan statistik anava ganda dua dengan taraf kemaknaan (?) 0,05 dapat diinformasikan bahwa peningkatan dosis aluminium hidroksida pada sediaan antasida diikuti dengan peningkatan kapasitas penetralan asamnya. 

Institution Info

Universitas Surabaya