DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAERAH, TENAGA KERJA DAN PENDIDIKAN TERHADAP PDRB DI 10 KOTA/KABUPATEN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2000-2010
Total View This Week1994
Institusion
Universitas Gadjah Mada
Author

Subject
S2 Magister Ek.Pembangunan 
Datestamp
2019-07-16 00:00:00 
Abstract :
(ABSTRAKSI) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah daerah, tenaga kerja dan pendidikan terhadap Pendapatan domestik regional bruto menggunakan data di 10 Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur perode 2000-2010. Hipotesis yang diajukan adalah pengeluaran pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap PDRB, tenaga kerja berpengaruh positif terhadap PDRB dan pendidikan yaitu jumlah penduduk lulusan SMA/sederajat berpengaruh positif terhadap PDRB di 10 Pemerintah Daerah Provinsi NTT. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan metoda common effect, fixed effect dan random effect. Pemilihan metoda yang terbaik menggunakan uji signifikansi fixed effect dan uji Hausman. Variabel dependen yaitu PDRB, sedangkan variabel independen yaitu pengeluaran pemerintah daerah, tenaga kerja dan jumlah penduduk lulusan SMA/sederajat. Sampel data yang dipakai berjumlah 10 data cross section (10 pemerintah daerah) dan 11 data time series (2000-2010) yang berada dalam lingkup lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber data diambil dari Badan Pusat Statistika Nusa Tenggara Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa metoda random effect adalah metoda yang terbaik untuk analisis. Hasil penelitian dengan metoda tersebut menunjukkan bahwa PDRB di 10 Kota/kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2000- 2010 dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah daerah (X2), tenaga kerja (X3) dan jumlah penduduk lulusan SMA/sederajat (X4) dengan koefisien positif. Setiap peningkatan pengeluaran pemerintah daerah sebesar 1 persen maka akan menaikan PDRB sebesar 0,19persen, peningkatan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 1 persen maka akan menaikan PDRB sebesar 0,46 persen, sedangkan peningkatan jumlah penduduk lulusan SMA/sederajat dalam penduduk termasuk angkatan kerja sebesar 1 persen akan menaikan PDRB sebesar 0,13 persen. (ABSTRACT) The objective of this research is to analyze the effect of regional goverment expenditure, labour force and education on Gross Domestik Bruto (GDP) by using data of 10 districts in Nusa Tenggara Timur Province for periods of 2000-2010. Hypothesis made is that regional goverment expenditure, labour force and education is the population of high school graduate /equivalent distance have positive effect on GDP in 10 district NTT Province. Tools of analysis that used in this research is panel data Regression. The selection of the best methods used significance of fixed effects test and Hausman test. The dependent variables are GDP, while independent variables are regional goverment expenditure, labour force and population of high school graduate / equivalent. Data sample used are 10 item taken cross section (10 districts) and 11 item taken time series (2000-2010) from population located Nusa Tenggara Timur Province. The data source are BPS-statistics of Nusa Tenggara Timur Province. The analysis showed that the best method is the random effect for the analysis. The results with the random effect show that GDP in 10 districts NTT Province periods 2000-2010 is influenced by regional goverment expenditure (X2), labour force (X3) and population of high school graduate / equivalent (X4) with positive. Every 1 percent additional from regional goverment expenditure to main road distance will increase GDP at 0,19 percent, every 1 percent additional from labour force will increase GDP at 0,46 percent, while the increase in population of high school graduates / equal in population the labor force every 1 percent will increase GDP value at 0,13 percent. 

Institution Info

Universitas Gadjah Mada