DETAIL DOCUMENT
Analisis Performansi Supply Chain Management Menggunakan Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) Di PT. Serena Harsa Utama
Total View This Week158
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author

Subject
2016 
Datestamp
2017-06-06 02:58:03 
Abstract :
PT. X adalah perusahaan yang bergerak dibidang makanan dengan produksi utamanya adalah produk Baso. Pada proses menjalankan kegiatannya PT. X memiliki beberapa masalah yang terkadang mengganggu kegiatan produksinya, seperti terjadinya permintaan yang tidak dapat terpenuhi, keterlambatan proses pemenuhan bahan baku & low production. Salah satu aspek yang sangat dipertimbangkan dalam perusahaan adalah mengenai performansi kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan, salah satu metode yang umum digunakan untuk mengukur performansi perusahaan adalah SCOR (Supply Chain Operation Reference) model. Pada dasarnya SCOR model ini mengitegrasikan tiga elemen utama dalam manajemen, yaitu business process reengineering, benchmarking dan process measurement kedalam kerangka lintas fungsi dalam supply chain. Berdasarkan hasil pengolahan yang dihitung. Atribut pertama supply chain reliability, mencakup delivery performance, fill rate dan perfect order fulfillment, masing-masing sebesar 97.86%, 100% dan 98%. Atribut kedua supply chain responsiveness, mencakup order fulfillment lead time pencapaiannya 1 hari. Atribut ke tiga supply chain flexibility, mencakup supply chain response time dan production flexibility, masing-masing 6 hari dan 1 hari. Atribut ke empat supply chain cost, mencakup cost of goods, supply chain management cost, SG&A cost dan warranty/return processing cost masing-masing 96.37%, 95.88%, 88.34% dan 100%. Atribut terakhir yaitu supply chain asset, mencakup cash to cash cycle time, inventory days of supply dan asset turn, masing-masing 98.93%, 93,78% dan 5.8%. Hasil perbandingan (benchmarking) berdasarkan analisis GAP yang telah dilakukan pada atribut supply chain cost PT. X berada pada klasifikasi parity dengan requirement opportunity untuk COGS sebesar 16.525 milyar dan SG&A cost sebesar 902 juta. Atribut profitability termasuk kedalam klasifikasi parity dengan requirement opportunity gross margin sebesar 251 milyar, operating income berpotensi naik sebesar 250 milyar dan untuk net operating income berpotensi naik sebesar 164 milyar. 

Institution Info

Universitas Komputer Indonesia